Anak-anak membuat mainan sendiri?

Mainan rumah boneka kain yang pernah emak buatkan
Homeschooling Indonesia - Saya sering iri kalau lihat postingan ibu-ibu berhasil membuatkan mainan sederhana tapi menarik bagi anak. Suka terkagum-kagum kalau lihat foto-foto mainan yang disulap dari bahan-bahan biasa, diwarnai dengan cantik, atau ditempeli kertas warna-warni.

Kapan ya saya ada waktu untuk membuatnya?
Ah entar saja, besok mungkin ada waktu...
Tapi repot juga nih...
Waduh saya ga punya bahan-bahannya..

Begitulah pikiran berkecamuk hendak memulai tapi banyak alasan... Banyak tapinya..

Suatu waktu sempat membuatkan mainan kok malah dipakai sebentar sama anak sesudahnya dibiarkan tergeletak. Adapula yang dari kertas disobek, waktu itu si tengah sedang marah besar. Emak jadi terbawa emosi karena merasa tidak dihargai. Anak mungkin belum paham akan mainan dan mungkin merasa tidak butuh, atau kurang menarik?
Dibelikan mainan, harganya lumayan mahal. 1 atau 2 hari sudah tidak bisa berfungsi, atau terkadang ada bagian yang hilang. Kalau sudah seperti ini emak juga jadi bersuara tinggi. Nyebutin harga sekian-sekian juga anak tidak akan mengerti. Jadi mau marah seperti apapun, anak tidak paham ya percuma.


Mainan ular tangga buatan emak

Berangkat dari sini, emak memperlihatkan tayangan membuat mainan, membelikan buku yang memicu anak-anak untuk membuat mainan sendiri. Daripada emak merasa kesal dan merasa tidak dihargai dengan mainan yang dibuatkan atau dibelikan.

Baca juga : Tayangan aktifitas dan buku kreatifitas

Alhamdulillah... anak-anak sudah cukup sering membuat mainan sendiri, meski terkadang mereka tidak menemukan bahan yang dibutuhkan. Emak juga tidak boleh marah atau heran jika ada benda-benda berharga emak dijadikan mainan. Anak-anak menganggap semua yang ada di rumah adalah mainan.

Terkadang emak mendapatkan paket dengan boks yang bagus, boksnya diminta dan dijadikan rumah-rumahan mainan. Plastik, bubble-nya dipencet-pencet berbunyi tik.. tik.. Bunyi itu membuat anak-anak tertawa sumringah. Beberapa waktu lalu ada "demam" spinner, si tengah merengek meminta dibelikan. Namun emak khawatir akan membahayakan, jadi tidak dikabulkan keinginannya. Meski begitu ia terus membujuk emak untuk membelikan mainan tersebut, dan emak tetap pada pendiriannya. Akhirnya ia berkreasi membuat spinner sendiri menggunakan stik es krim bekas. Stik es krim itu diwarnai dengan spidol warna-warni. Dengan bangga ia memperlihatkan pada emak. "Bunda ini spinner buatanku, kacep" Kacep.. iya benar.. itu kata untuk sesuatu yang sangat bagus baginya.




Terkadang si tengah membuat topeng sendiri dari kertas yang digunting dengan pola sesukanya. Beberapa kardus dijadikan kapal-kapalan atau mobil-mobilan oleh si tengah dan si sulung. Si sulung juga pernah membuat mainan dari lipatan kertas. Kebetulan juga sudah diajarkan dan diperlihatkan tayangan mengenai  origami. Beberapa kertas origami terkadang berantakan dimana-mana. Jika sedang bersemangat, banyak kertas warna yang dibuat dalam bentuk yang sama. Dan dengan bangga memperlihatkannya kepada emak. Si sulung suatu waktu setelah membaca buku kreasi langsung membuat sendiri boneka tangan dari kertas. Ia membuatkan juga untuk ukuran tangan emak, jadi deh tangan emak diukur-ukur dan dipasin dengan boneka kertasnya. Emak senang dan memberikan senyuman serta ciuman. Meski sederhana mainannya tapi emak menikmati senyum kebanggaan mereka saat menyelesaikan karyanya.


Searah jarum jam: Bermain dengan kardus, melipat kertas,
bermain dengan spidol warna, membuat labirin


Membiarkan anak-anak membuat mainannya sendiri akan membuat rumah berantakan. Iya benar, akan selalu berantakan, gunting kadang tergeletak di tikar (alhamdulillah anak-anak sudah bisa berhati-hati menggunakan gunting), lem kertas bisa habis dengan cepat serta lengket di lantai, potongan-potongan kertas dari yang kecil sampai yang besar ada di mana-mana, tong sampah pun akan segera penuh (karena si tengah kadang membuangi sendiri sampahnya meski tidak sempurna masuk ke tempat sampah), serta ketidakteraturan lainnya. Bisa dibayangkan kekacauan seperti apa yang emak hadapi setiap harinya.

Emak senang meski belum bisa membuatkan mainan yang bagus-bagus untuk anak-anak. Emak senang meski rumah selalu dalam kekacauan. Semoga anak-anak Emak bisa terus berkreasi dan menghasilkan sesuatu untuk kebaikan sebanyak-banyaknya umat manusia.

Komentar

  1. Salut, kreatif sekali bisa menciptakan maian sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyari moodnya yang susah mbak..

      Hapus
  2. Hebat sekali anak-anaknya mak. I hope my son will make his own toy someday. So far dia juga jarang dibelikan mainan, kalau sempat saya buatin. Kalau udah bosan sama mainannya ya udah main bola aja hahahaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka liat di buku atau di tv mak.. bisa dicari di youtube juga. Abis liat itu biasanya langsung praktek. Udah selesai saya foto. Ketagihan bikin lagi ngarep difoto.. 😄

      Hapus

Posting Komentar