Lebih Baik Kabulkan Saja Jika Anak Meminta

Homeschooling Indonesia - Seringkali kalau anak-anak diajak ke supermarket mintanya macam-macam. Minta dibelikan jam, padahal udah punya, minta dibelikan tas padahal tasnya masih bagus, minta dibelikan es krim padahal lagi batuk (biasanya juga dibelikan kalau lagi oke kondisinya), minta dibelikan minuman kaleng ini dan itu, pokoknya banyak deh tingkahnya kalau di keramaian. Jika keinginannya tidak terpenuhi biasanya suka narik-narik baju atau hijab saya. Bahkan kadang juga nangis dan ngambek, ga mau ngomong apapun ke saya.




Biasanya saya bersikukuh tidak mengabulkan keinginannya, tetap bertahan sambil membujuk untuk membeli yang lain. "Kita beli mainan aja yuk.." Saat anak meminta membelikan sepatu yang harganya aduhai. "Boleh beli salah satu buku, tidak boleh keduanya, mau pilih yang mana?" Begitu saat anak mau membeli buku ini dan itu. "Mau ikut berenang besok atau mau main di sini?" Jika ternyata sudah terlalu malam untuk diajak main. Dan lain sebagainya...

Tapi di sini bukan itu yang hendak saya bahas. Ini mengenai keinginan anak untuk hal baik. Terkadang saya sebagai orangtua tidak mempunyai timing yang tepat untuk mengabulkan keinginan baik anak. Terlalu sibuk dengan gadget, terlalu sibuk dengan bayi, terlalu sibuk di dapur, dan lain-lain. Tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik.


"Bunda aku mau bantu masak.."
Panik pertama mendengar kalimat ini, emak mau cepat supaya bisa kerjakan yang lain, anak malah mau bantu acak-acak. Hufffth... Sambil tetap konsentrasi mengawasi pisau yang dipakai untuk motong bawang akhirnya keluar kalimat ini..
"Iya nak, tolong ambilkan wortel di kulkas ya.." Akhirnya ide muncul
"Oke siap bunda.." berlari ke kulkas dan kembali membawakan wortel.. "ini bunda..."
"Makasih sayang, tolong masukin kotak ini ke kulkas ya.." Memberikan kotak berisikan bawang bombai yang dipotong setengah.
"Udah bunda.." Begitu pintu kulkas udah ditutup lagi. "ada lagi nggak bunda?"
"udah nak.. makasih ya" cium pipinya..
"sama-sama bunda..., aku mau main lagi ya..."
"iya nak..."



"Bunda aku bantu tuang ya.."

Itu kalimat yang diucapkan si tengah saat melihat emak menuang beras ke pemasak nasi. Aduh takut ntar berceceran, pikir emak.
"Ini nak.. masukin ke sini dulu ya.." memberikan gelas takar beras ke si kecil.
Dengan sigap ia memasukkan beras ke gelas takar, lalu diratakan dengan takar, meski prosesnya lebih lama dari yang emak lakukan, emak harus tetap tenang. Selesai beberapa takaran emak bersiap mengambil air untuk mencuci.
"Aku aduk ya bunda..." tangannya udah masuk ke dalam pemasak nasi yang sudah diisi air.
"oke nak..." air buat cuci beras pun diaduk berdua.
"Kalau yang ini begini kan bunda, aku udah tahu kok, aku liat?" Ujarnya sambil mengukur air dengan jarinya. Emak-emak tahulah ya cara menakar air dengan jari.. qiqiqi..
"Makasih nak... " cium pipinya....


"Bunda aku bantu cuci piring...Aku bisa kok"
Si sulung sekarang sudah mulai sering membantu cuci piring, namun masih sebatas memcuci piringnya dan adiknya, lalu beberapa gelas plastik dan sendok. Awalnya sih emak lagi nyuci dia nyelonong mau bantuin, lalu dengan pasrah emak memberikan sabun cucian dan mempersilahkan beberapa piring plastik untuk disabun, sambil diawasi. Pernah suatu waktu mencuci semua piring yang ada di tumpukan piring kotor. Emak tidak tahu karena sedang tidur. Jumlahnya cukup banyak, yang emak khawatirkan selain pecah adalah kalau si sulung pegel tangannya.
"Aku ga mau bunda capek" dengan sedikit drama pasang muka sedih..."Aku anak pintar kan bunda?"
"Iya.. kamu pintar.. makasih ya nak.." Sun pipi tembemnya..



"Bunda aku ikut jemur ya.."

Ini emak agak deg-degan kalau dibantuin jemur baju, takut jatuh, kotor lagi, nyuci ulang, pegel. Tapi emak harus tetap berikan pilihan.
"Bawa ini ke sana ya nak" memberikan baju yang sudah di hanger lalu menunjukkan tempat dimana baju digantung. Dengan riang mengambil hanger lalu menggantung baju meski sedikit terkendala, agak susah memasukkan ujung hanger ke lobang gantungan.  Yang sulung dan tengah sudah sering membantu jemur baju.


"Bunda aku bantu lipat ya..."
Serius melipat baju
Kalau ini emak khawatir berantakan dan lipatannya ga rapi. Biasanya anak-anak melipat celdam dan singletnya sendiri. Awalnya minta bantuan cara melipatnya, lalu lama-lama sudah bisa sendiri. Baik yang sulung atau yang tengah sudah bisa melipat sendiri. Kalau yang tengah ga suka dibantuin, maunya melipat sendiri semuanya. Kadang sang kakak nangis minta ikut lipat. Biasanya emak turun tangan dengan memberikan pilihan tugas lainnya.

Tidak mau dibantu

"Bunda aku siram bunga ya.."
Biasanya disiapin air untuk disiramkan ke tanaman. Tapi beberapa hari lalu bilang kalau mau ambil air sendiri. Tergopoh-gopoh mengangkat ember berisi sedikit air keluar. Beberapa tanaman di halaman depan disiram dengan gayung kecil. Yang emak khawatirkan adalah kalau bajunya basah, tapi emak biasanya kasih tahu agar hati-hati menyiramnya.


"Bunda aku rapiin rumah, tapi bunda juga bantu.."
Kalau yang ini sejak anak-anak udah bisa berjalan, mereka sudah bantu-bantu. Kadang kalau lagi rajinnya pagi-pagi rumah sudah rapi, yang besar merapikan sendiri, atau siang-siang merapikan bersama si tengah.
"Bunda juga bantu.." Begitu kalau lagi malas.. Emak wajib ikut.. Dan emak harus punya waktu mendampingi atau momen itu akan hilang.



"Bunda aku bantu cuci baju ya.."

Si besar biasanya sering dimintai tolong mengeluarkan air dari mesin cuci, karena kami mencuci dengan mesin cuci 2 tabung, jadi mesti jaga-jaga airnya. Suatu waktu bilang mau mencuci sendiri,
"Bunda ga usah bantuin, bunda tenang aja, bunda ga boleh capek.." Sebagian besar memang dilakukannya dengan panduan emak, tapi bagian terakhir memeras kain dan memindahkan ke pengering tetap pekerjaan emak.



"Bunda aku bantu pijit ya.."

Biasanya emak pasrah kalau anak-anak menawarkan pijatan meski pada dasarnya pijatan yang dimaksud hanya berasa seperti digelitik ^_^ Tapi emak menikmati bantuan itu. Kadang hanya sebentarrrrr banget. Emak tetap bersyukur dan mengucapkan terimakasih.
"Aku ga mau bunda capek... jadi aku pijitin deh.." Ini drama dari si sulung..
"Bunda udah? aku capek." Itu si tengah kalau udah beberapa detik memijat.


"Bunda aku bantu mandiin adek bayi ya.."
Yang emak khawatirkan adalah tangannya entah habis memegang apa. Biasanya emak minta dulu membersihkan tangannya ke kamar mandi. Kadang suka nawar, enggak mau, bilang kalau tangannya bersih tidak perlu cuci tangan lagi. Sebenarnya sih bukan bantuin mandiin, hanya siram-siram adeknya yang sedang berada di bak mandi.


"Bunda aku bantuin pakai baju adek bayi ya.."
Si tengah langsung ngambek begitu tahu baju adek bayinya udah selesai dipakaikan sementara ia masih berkutat memakai bajunya sendiri. Akhirnya emak membuka baju adek bayi lagi.. Yang emak khawatirkan adalah adek bayi kedinginan. Sebenarnya bukan memakaikan dari awal, hanya membantu memasangkan kancing baju adeknya.



Pada dasarnya bantuan apapun yang diberikan anak-anak lebih sering memperlambat pekerjaan emak. Tapi emak berusaha selalu mengabulkan permintaan anak-anak untuk tawaran bantuan ini. Emak juga berusaha ngerem nada suara supaya tidak tinggi dan kaget saat anak-anak langsung melakukan keinginannya. Jika momen itu hilang, kapankah anak-anak akan menawarkan bantuan lagi? Mungkin mereka akan sungkan jika sudah besar, mungkin mereka akan ragu-ragu, takut salah. Mungkin mereka bahkan tidak berani bilang ingin membantu.
Ada saatnya anak-anak akan mengunci pintu kamar tidak mau diganggu saat serius mengerjakan sesuatu, ada saatnya anak-anak akan pergi berhari-hari bahkan berbulan bulan atau bertahun-tahun, dan emak akan rindu tawaran bantuan mereka.
Semoga ana-anak emak kelak jadi orang yang suka membantu, bahkan (untuk laki-laki) membantu istri yang sudah lelah bekerja seharian di rumah.
Sekolah di rumah bisa melakukan apapun.. Homeschooling itu menyenangkan.. homeschooling itu belajar apa saja.. Homeschooling Indonesia... 

Komentar

  1. Aamiin.. Anak2 yg manis, masyaallah

    BalasHapus
  2. Iya bener. Bantuan anak sebenernya bikin pekerjaan makin lambat. Tapi kalo kota langsung bilang nggak atau jangan, malah mematikan semangat dan karakternya. Heuheu. Kesimpulannya, harua sabaar dlm mendidik anak ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabarnya harusnya tiada batas mak... Prakteknya susahhh....

      Hapus

Posting Komentar